Pendidikan Berita Refleksi Olahraga

Launching Project Best Learning (PBL) dan Pembukaan PBK Tahap II Tahun 2025 di Satpel PVP Kupang, Disertai Penandatanganan MoU dengan Kementerian Ketenagakerjaan

Launching Project Best Learning (PBL) dan Pembukaan PBK Tahap II Tahun 2025 di Satpel PVP Kupang, Disertai Penandatanganan MoU dengan Kementerian Ketenagakerjaan

Yayasan Effata NTT bersama empat unit pendidikannya menandatangani (MoU) dengan Kementerian Ketenagakerjaan di Aula BLK Kupang.

Kupang – Dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang kreatif, kompeten, dan siap kerja, Satuan Pelayanan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Satpel PVP) Kupang menyelenggarakan Launching Project Best Learning (PBL) Program Pelatihan Smart Creative Skills Pembuatan Konten Visual untuk Media Sosial, sekaligus Pembukaan Program Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) Tahap II Tahun 2025. 

Ketua Yayasan dan Team Foto Bersama Ketua Masyarakat Adat Amanatun.

Acara ini menjadi langkah penting dalam mencetak tenaga kerja unggul yang sesuai dengan kebutuhan industri, khususnya di bidang kreatif, pariwisata, dan jasa. Sebanyak 10 program pelatihan dibuka, yaitu: English Front Liner, Barista, Pengolahan Makanan Komersil, Spa Therapis, Tour Guide, Junior Makeup Artist, Finishing Teknik Semprot, Practical Office Advance, Pengolahan Ikan, dan Menjahit Pakaian dengan Mesin

Ketua Yayasan Bersama Gubernur NTT. dalam Penyampainnya.

Pada kesempatan yang sama, dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Kementerian Ketenagakerjaan dan Yayasan Effata Kupang, yang diwakili oleh Ketua Yayasan, Bapak David S.G. Pella., bersama perwakilan empat unit pendidikan di bawah naungan Yayasan — AKUB Effata Kupang, SMK Effata Kupang, SMA Effata Oeteta, dan SMK Effata Sulamu.

MoU ini menjadi bentuk komitmen bersama untuk memperkuat kerja sama strategis dalam meningkatkan kualitas tenaga kerja melalui pendidikan dan pelatihan vokasi.

Dalam sambutannya, Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena menyampaikan apresiasi yang tinggi atas langkah ini.

“Kami menyambut baik dan memberikan dukungan penuh terhadap program ini. Penandatanganan MoU serta peluncuran PBL dan PBK ini adalah wujud nyata kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan lembaga pendidikan. Kami berharap, melalui pelatihan berbasis kompetensi ini, generasi muda NTT dapat menjadi tenaga kerja yang terampil, kreatif, dan mampu bersaing di pasar kerja nasional maupun internasional,” ujar Gubernur NTT.

Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa peningkatan kualitas SDM merupakan kunci utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. “Dengan adanya kerja sama seperti ini, kita dapat menciptakan lebih banyak peluang kerja, menekan angka pengangguran, dan membangun masa depan NTT yang lebih sejahtera,” tambahnya.

Acara ini diharapkan dapat menjadi tonggak penting dalam mencetak tenaga kerja profesional yang mampu memenuhi kebutuhan dunia industri, sekaligus mendukung pengembangan ekonomi kreatif di wilayah Nusa Tenggara Timur.