Yayasan Effata Kupang Gelar Pertemuan Strategis Bersama Masyarakat Adat Kerajaan Amanatun: Menuju MoU dan PKS Koperasi Merah Putih
Yayasan Effata Kupang mengadakan pertemuan perencanaan awal dengan Masyarakat Adat Kerajaan Amanatun (MAKANA).
Kupang, 6 Agustus 2025 — Dalam rangka memperkuat sinergi antara pendidikan dan pemberdayaan ekonomi berbasis masyarakat adat, Yayasan Effata Kupang menyelenggarakan pertemuan perencanaan awal bersama Masyarakat Adat Kerajaan Amanatun (MAKANA). Pertemuan ini menjadi langkah awal menuju penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) di masa mendatang.
Pertemuan strategis ini dihadiri oleh para tokoh adat berpengaruh di wilayah Amanatun, seperti Jonatan Banunaek, Bastian Benufinit, Oktovianus Nenabu, dan Pdt. John Tafuli. Dari pihak Yayasan Effata, hadir langsung Ketua Yayasan, Bapak David S.G. Pella, SH, dan Direktur AKUB Effata, Adriana Lopo,S.E.,M.M yang menyampaikan arahan dan motivasi.

"Pertemuan hari ini merupakan awal dari kolaborasi besar yang kita cita-citakan bersama. Jika kita ingin masyarakat adat bangkit secara ekonomi dan intelektual, maka kita harus mulai dari perencanaan yang matang dan niat yang tulus. Yayasan Effata siap berjalan bersama masyarakat adat membentuk Koperasi Merah Putih yang akan menjadi tonggak kemandirian lokal," tegas David S.G. Pella, SH.
Agenda utama dalam diskusi ini adalah rencana pembentukan Koperasi Merah Putih sebagai wadah ekonomi produktif masyarakat Amanatun, serta rencana kerja sama peningkatan SDM melalui pelatihan dan pendidikan yang akan difasilitasi oleh Akademi Keuangan dan Perbankan Effata Kupang.
Meskipun belum ada penandatanganan dokumen resmi, seluruh peserta menyambut positif inisiatif ini dan menyepakati untuk membentuk tim kecil guna menyusun draft MoU dan PKS secara lebih detail. Diharapkan dalam waktu dekat, dokumen kerja sama dapat difinalisasi dan ditandatangani secara resmi.
Yayasan Effata Kupang terus menunjukkan komitmennya sebagai lembaga pendidikan yang aktif membangun kemitraan strategis demi kemajuan masyarakat di Nusa Tenggara Timur, khususnya dalam penguatan ekonomi berbasis adat dan peningkatan kapasitas sumber daya manusianya.